Berat Jadi Kepala

Berat Jadi Kepala

Kugigit bibir merah merona
Meninggalkan bekas gurat dalam di sela-selanya
Rusak sudah polesan gincu untuk malam ini
Kupulas lagi biar merona
Nyatanya, tiada lagi sisa yang kupunya

Para raja sudah menanti ratunya, Nduk!
Hanya semalam saja
Dan bisa kaulupakan perih merintih
Demi darah-darah yang kau hidupi
Lalu, bisa kau beli lagi polesan ternama Demi sariawanmu yang tertahan 

Sudah!
Aku tahu ke mana arahku
Terjebak dalam topeng keriaan di bawah cahaya bulan
Di tengah kota metropolitan
Yang tak sembuh-sembuh menambah nanar di setiap sela tubuhku
Yang terus bergerak meski gesper terus mencambuk punggung putihku

Sudah!
Aku tahu di mana tempat terbaikku
Yang melindungi dan menghidupiku
Yang menahanku dari terangnya pagi hari
Karena kutahu, diriku bukan milikku
Karena kutahu, diriku hanyalah diriku

Jakarta, 28 Januari 2019
Nina Diets


Puisi ini kubuat untuk tantangan dari kak @arcotransep dan kudedikasikan untuk siapa pun yang terjebak pada dunia yang ia sebut sebagai rumah. Karena ada yang bilang, "Aku bahagia karena mereka bahagia."

Comments

Popular posts from this blog

Orang Jelek Enggak Boleh Ngomong

Asupan Pekerja Kreatif Pemula

Sedotan Besi