Asupan Pekerja Kreatif Pemula
![]() |
| Kelas Skenario (Salman Aristo), Saya Pengen Jadi Copy Writer (Budiman Hakim), Steal Like an Artist (Austin Kleon) |
Assalamu'alaikum, teman-teman.
Hari ini hari terakhir bekerja di kantor dan tampaknya ada dua hal besar yang cukup menyita pikiran. Salah satunya adalah kerinduan dengan Kyan yang semakin besar menjelang mudik dua hari lagi dan satunya lagi adalah pekerjaan yang akan menanti setelah cuti nasional berakhir. Sensasi baru yang dirasakan setelah lebih dari setengah tahun menggeluti dunia kreatif. Yang sebelumnya terbiasa dengan kerja serabutan sebagai tukang gambar-banyak-masalah hingga hamba palugada-yang-penting-bisa-makan dan bisa mengobati sinus yang kian meradang. Alhamdulillah.
Sungguh untuk lulusan SMA (secara belum resmi lulus mahasiswi Sastra Inggris), bekerja sebagai tim kreatif adalah satu pencapaian yang luar biasa menyenangkan sekaligus bikin penasaran. Betapa tidak, dimulai hanya menjadi seorang sekretaris redaksi yang tak bertahan lama, beralih menjadi frontliner di Kidzania, floor crew hingga naik ke art and event specialist, content writer media sosial band yang belum terkenal-terkenal amat, pengemudi ojek online, sales merangkap desain grafis dan delivery coordinator untuk katering diet, sampai account executive agensi yang kliennya orang-orang BUMN (sombong selama tidak merugikan tak apa lah, ya. Yang jelas ketauan nggak fokusnya saya ke satu bidang), pekerjaan idaman macam ini pasti sangatlah membutuhkan usaha yang lebih gila dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. And, here it is... new world of mine!
Kata orang, bekerja sebagai tim kreatif di dunia yang kreatif pula haruslah terus menerus. Nonton jadi ladang belajar, jalan ke mana jadi lahan cari ide ini itu, makan, pacaran, main, sampai merem melek setiap hari aja bisa jadi tempat belajar yang pas. Lah, bingunglah saya. Mesti mulai dari mana? Yang saya tahu kalau kreatif itu cuma nggak boleh putus ide (emang iya, sih). Tapi harus dari mana dong saya memulainya. Sampailah saya ke tahap di mana 'Keknya mesti baca buku lagi, nih'. Sumpah, sudah lama saya nggak baca buku alih-alih banjir yang sudah menewaskan satu rak tinggi buku yang belum semuanya dibaca. Trauma.
Dan, tibalah saya kepada tiga buku menarik yang menurut pribadi saya sih patut dibaca terutama yang senang menulis dan kerap mencari ide. Banyak sebenarnya sumber untuk itu tetapi tiga buku yang saya pampang di atas merupakan buku-buku yang cara penyampaiannya nggak terlalu teoritis maupun membosankan. Dikemas dengan bahasa asik hingga selentingan canda yang menggelitik. Buku tersebut antara lain Kelas Skenario yang ditulis oleh Salman Aristo beserta Arief Ash Shiddiq, lalu ada Saya Pengen Jadi Copy Writer karya murid sekaligus teman Sang Sapardi Djoko Damono, yaitu Budiman Hakim, serta yang paling pamungkas memecah kepala saya ketika awal bergelut dunia ini, Steal Like an Artist, buku pendobrak 'plagiarisme' ala Austin Kleon.
Ketiga buku ini sama-sama mengajak kita untuk segera bergerak, memulai, dan menggila dengan apa yang kita coba lakukan. Kalau kamu mencari sesuatu tips ampuh untuk menjadi Creative Director, Copywriter, atau Artist, percayalah tak perlu membaca ini. Namun, kalau mau menyelam dengan cara yang asik, nggak biasa, tetapi dengan hasil testimoni yang luar biasa dari orang sekitar sampai rekan yang terlibat di duniamu, patutlah bacaan awal ini kalian lahap. Apalagi, jika punya kepribadian seperti saya yang panik duluan, cari kemudian. Trio 'pengaduk' otak ini pas lah sudah.
Buku tetaplah menjadi buku kalau mungkin saya, kamu, kita, nggak mau menggali isi buku dengan tindakan. Meski ulasan buku ini (entah)menghibur atau tidak, semoga tulisan blog ini cukup menjadi latihan saya untuk lebih kreatif. Siapa tahu ada yang ajak berkreasi bersama. Ya, nggak?
Segitu saja, ya. Sudah panjang-panjang menulis dan saatnya menunggu preview sembari menatap yang perlu ditatap. Tsaah... Adios.
Wassalamu'alaikum...

Comments
Post a Comment