REVIEW FILM : MILLY DAN MAMET - Gagal Mellow


Penggemar Ada Apa dengan Cinta dan Ernest Prakasa harus nonton film yang satu ini. Yap, kali ini saya akan mengulas satu lagi karya dari suami Meira Anastasia. Milly & Mamet. Dua karakter penuh keluguan, naif, dan telmi.

Film yang rilis di bulan Desember ini mengangkat kisah perjalanan rumah tangga seorang Milly dan Mamet setelah bertemu di suatu malam. Bagaimana Milly menjadi ibu rumah tangga sekaligus Mamet yang akhirnya menjadi kepala pabrik konveksi. Inti masalah pun terjadi setelah Mamet memutuskan mengejar impiannya menjadi Chef lalu Milly yang ingin kembali menjadi wanita karir. Bagaimana mereka mengatasi konsekuensi akan pilihan mereka? Segera ke bioskop, ya, mumpung masih tayang, loh!

Nah, ada beberapa hal menarik seputar film ini. Dimulai dengan sub judul 'Bukan Rangga dan Cinta', lalu ada tiga tokoh pada poster, hingga pastinya bagaimana sisi komedi akan mengemas keseluruhan cerita. Jadi, simak ulasan saya berikut ini.

Gagal Mellow
Berbeda dengan beberapa film Ernest Prakasa seperti Ngenest, Cek Toko Sebelah, atau Susah Sinyal, Milly & Mamet berhasil mencuri perhatian dengan kolaborasi drama dan komedi yang lebih dalam. Pertanyaan tentang slogan film ini pun terjawab. Kalau AADC menyuguhkan drama dengan melankoli yang khas, film besutan StarVision Plus dan Miles Film ini menyajikan suasana cerita yang kebalikan 180 derajat. Bagaimana tidak, jika di awal kalian akan terbiasa dengan pola komedi pintar di setiap dialog tiap karakternya, cerita selanjutnya akan dipenuhi nuansa drama yang sarat komedi. Bukan dari jokes receh tetapi penutup adegan yang selalu mengundang gelak tawa. Kolaborasi akting Dennis Adhiswara dan Sissy Prisillia terasa ngena dengan ciri khasnya yang tidak berubah. Hanya saja, lebih dewasa.

Sentuhan AADC
Meski secara keseluruhan film ini tak dapat dikaitkan dengan dua film AADC, selentingan dialog dengan sentuhan AADC disisipkan rapi. Belum lagi, beberapa scene geng Cinta selalu diisi dengan tingkah Milly yang membuat kita ingin menonton dua film pendahulunya.

Realistis dan Praktis
Kalau sebelumnya, Ernest sudah berhasil membawa konflik ayah-anak dan ibu-anak pada CTS dan Susah SInyal, kali ini ia berhasil membangun konfik umum yang terjadi pada pasangan suami-istri. Cerita ini pun kuyakin enggak akan lepas dari apiknya penulis sekaligus istri sang sutradara, yaitu Meira Anastasia. Pasangan penulis ini berhasil memberikan sentuhan paling realistis di setiap bagian demi bagian cerita. Bagaimana sisi kerentanan baik suami dan istri akan selalu dihadapi dalam rumah tangga dan bagaimana impian serta realita menjadi tantangan tersendiri. Saya yang sudah mengikuti Ernest-Meira sejak lama tentunya terbiasa dengan berbagai cuitan di twitter atau instagram seputar kehidupan mereka. Jadi, sebelum film ini rilis, betapa saya menaruh kepercayaan besar bahwa mereka akan berhasil menjabarkan cerita dengan manis. And ... they did it!

Komedi Level Up
Seperti yang saya katakan sebelumnya, porsi komedi pada film ini terasa lebih berbeda. Selain karena duo penulis Milly dan Mamet, satu orang lagi patut saya acungi jempol. Siapa lagi kalau bukan Muhadkly Acho sebagai konsultan komedinya. Dua kata, pintar dan sederhana. Setiap jokes nya diletakkan dengan rapi dan kontinyu hingga akhirnya, selain dua tokoh utama, para komika yang menjadi pemain dapat maksimal menunjukkan betapa jenakanya mereka.

Kejutan Isyana Sarasvati
Satu hal mencengangkan di film ini. Isyana Sarasvati yang benar-benar di luar ekspektasi saya. Sepanjang scene yang dimainkannya berhasil membuat saya bergumam 'Gila gila gila!' Siapa sangka ia akan tampil amat berbeda dari rutinitas bermusiknya. Satu kata, Gesrek!

Secara keseluruhan, film ini segar, realistis, dan tentunya bisa membawa pesan tersendiri bagi penikmat karya Ernest Prakasa. Satu hal yang saya tahu, Ernest membuat satu film setiap tahunnya dan selalu PECAH! Selamat menonton hai masyarakat Indonesia. Selamat Ernest dan tim. I will wait for your next creation. Adios!

Sutradara : Ernest Prakasa, Meira Anastasia (astrada)
Penulis : Ernest Prakasa, Meira Anastasia
Konsultan Komedi : Muhadkly Acho
Rating dariku : 9.5/10

Comments

Popular posts from this blog

Negara Perempuan

Telur Setengah Matang

Asupan Pekerja Kreatif Pemula