MOVIE REVIEW : BIRD BOX (2018)
source : Official Trailer Bord Box by Netflix - Youtube
Hai...
Gimana libur natal kemarin? Sudah menonton apa saja?
Seperti janji-yang-telat sebelumnya di twitter atau instagram, kali ini, saya akan membahas satu film yang diperankan tokoh utama kesayangan dari SD, Sandra Bullock. (AAAAA!!!), Bird Box!
Pertamanya, sempet ragu nonton ini karena selain saya yang sudah enggak biasa dengan film thriller (secara jantung udah enggak kuat). Namun, cuplikan film Sandra Bullock satu ini amat menggoda. Dengan pola cerita serupa dengan A Quiet Place atau Hush, Bird Box mengangkat cerita seorang Malorie (Sandra Bullock) beserta kedua anaknya menyusuri sungai jeram untuk menyelamatkan diri dari serangan makhluk aneh. Tentunya, dengan syarat mereka harus menutup mata.
Film sendiri dimulai dengan fenomena teror aneh yang menyerang mulai dari Kanada hingga ke Michigan. Semua orang mendadak melakukan aksi bunuh diri tanpa sebab. Kejadian serupa dijumpai Malorie hingga akhirnya ia harus mengungsi ke sebuah rumah dengan beberapa orang asing untuk berlindung. Mereka pun harus bertahan hidup hingga pada akhirnya, Malorie terpaksa harus menyusuri sungai panjang yang berujung jeram untuk menyelamatkan diri. Bagaimana mereka bisa bertahan dengan mata tertutup? Kamu harus segera menontonnya.
Menegangkan tetapi Tetap Dapat Dinikmati
Tidak seperti A Quiet Place, film yang disutradarai Susanne Bier ini lebih bisa saya nikmati. Well, sekadar informasi, kalau kamu suka sesuatu yang lebih menegangkan, Bird Box memiliki kadar 2 skala di bawah A Quiet Place. Alur maju-mundur yang diceritakan pun cukup mudah dipahami meski beberapa pengulas berpikir ini terlalu bertele-tele. Bagi saya, alur ini masih terbilang padat. Bagaimana scene dimulai dengan Malorie beserta dua anaknya menyusuri sungai, lalu kembali ke kejadian sebelumnya. Tentunya, tidak se-memusing-kan Memento.
Dianggap Mengikuti A Quiet Place dan Hush
Siapa yang menyangka bahwa sebenarnya film Bird Box diangkat dari novel Josh Malerman dengan judul yang sama jauh sebelum film dengan tokoh utama Emily Blunt tersebut tayang. Jujur, saya sendiri belum membaca novelnya. Namun, dari ringkasan di Wikipedia, alur awal pada novel cukup berbeda dengan filmnya. Jika saya berhasil membacanya, mungkin akan ada update ulasannya, ya.
Beberapa Pertanyaan Tak Terjawab
Produksi film ini tetap saja tak lepas dari beberapa eror seperti kekurangan pada scene yang beda, tidak masuk akalnya material kotak berisi burung yang Malorie beserta kedua anaknya bawa, hingga pertanyaan tak terjawab dari tokoh yang menghilang tanpa jawaban. Ke mana mereka pergi dan bagaimana nasib mereka? Itu masih menjadi pertanyaan saya hingga saat ini.
Naskah dan Akting
Membahas bagaimana naskah dari film ini, saya bisa memberikan nilai 4.5/5 untuk Eric Heisserer. Meski tidak terlalu kompleks, detilnya patut diacungi jempol. Belum lagi akting utama Sandra Bullock, Vivien Lyra Blair, dan Julian Edwards sebagai ibu-anak yang membuat faktor ketegangannya tetap terasa. Potongan percakapan mereka yang saya sukai adalah :
Kedua aktor cilik ini berhasil menarik perhatian saya. Natural dan tentunya memberi kesan thrilling tersendiri.
Ending yang Soft
Film produksi Bluegrass Films ini ditutup dengan akhir yang lebih santai. Menurut saya, cukup bisa menurunkan intensitas ketegangan dari awal hingga pertengahan cerita. Meski saya memiliki ekspektasi lain, Bird Box berhasil membuat saya tidak berhenti menatap layar hingga akhir kredit.
Trivia Seputar Bird Box
Siapa sangka film ini berhasil mempertemukan kembali Sandra Bullock dengan Sarah Paulson setelah sebelumnya mereka beradu akting pada Ocean's 8. Belum lagi beberapa aktor dan aktris American Horror juga mengisi beberapa peran di film ini. Nah, bagi yang beberapa tahun silam mengikuti serial ER, pasti akan mengenal sosok dokter kandungan yang memeriksa Malorie.
Itu dia beberapa ulasan yang saya tulis untuk film Bird Box. Terlepas dari kecintaan saya kepada Sandra Bullock, film ini saya yakini akan amat menarik untuk ditonton di hari libur bersama teman, pasangan, atau keluarga. Bagi kalian yang sudah membaca blog ini, silakan memberikan komentar atau penilaian di kolom komentar. Atau, jika ada film rekomendasi untuk kuulas, let me know, ya. Adios....
Sutradara : Susanne Bier
Penulis Naskah : Eris Heisserer
Rating dariku : 8.5/10
Thrilling Score : 7/10
Hai...
Gimana libur natal kemarin? Sudah menonton apa saja?
Seperti janji-yang-telat sebelumnya di twitter atau instagram, kali ini, saya akan membahas satu film yang diperankan tokoh utama kesayangan dari SD, Sandra Bullock. (AAAAA!!!), Bird Box!
Pertamanya, sempet ragu nonton ini karena selain saya yang sudah enggak biasa dengan film thriller (secara jantung udah enggak kuat). Namun, cuplikan film Sandra Bullock satu ini amat menggoda. Dengan pola cerita serupa dengan A Quiet Place atau Hush, Bird Box mengangkat cerita seorang Malorie (Sandra Bullock) beserta kedua anaknya menyusuri sungai jeram untuk menyelamatkan diri dari serangan makhluk aneh. Tentunya, dengan syarat mereka harus menutup mata.
Film sendiri dimulai dengan fenomena teror aneh yang menyerang mulai dari Kanada hingga ke Michigan. Semua orang mendadak melakukan aksi bunuh diri tanpa sebab. Kejadian serupa dijumpai Malorie hingga akhirnya ia harus mengungsi ke sebuah rumah dengan beberapa orang asing untuk berlindung. Mereka pun harus bertahan hidup hingga pada akhirnya, Malorie terpaksa harus menyusuri sungai panjang yang berujung jeram untuk menyelamatkan diri. Bagaimana mereka bisa bertahan dengan mata tertutup? Kamu harus segera menontonnya.
Menegangkan tetapi Tetap Dapat Dinikmati
Tidak seperti A Quiet Place, film yang disutradarai Susanne Bier ini lebih bisa saya nikmati. Well, sekadar informasi, kalau kamu suka sesuatu yang lebih menegangkan, Bird Box memiliki kadar 2 skala di bawah A Quiet Place. Alur maju-mundur yang diceritakan pun cukup mudah dipahami meski beberapa pengulas berpikir ini terlalu bertele-tele. Bagi saya, alur ini masih terbilang padat. Bagaimana scene dimulai dengan Malorie beserta dua anaknya menyusuri sungai, lalu kembali ke kejadian sebelumnya. Tentunya, tidak se-memusing-kan Memento.
Dianggap Mengikuti A Quiet Place dan Hush
Siapa yang menyangka bahwa sebenarnya film Bird Box diangkat dari novel Josh Malerman dengan judul yang sama jauh sebelum film dengan tokoh utama Emily Blunt tersebut tayang. Jujur, saya sendiri belum membaca novelnya. Namun, dari ringkasan di Wikipedia, alur awal pada novel cukup berbeda dengan filmnya. Jika saya berhasil membacanya, mungkin akan ada update ulasannya, ya.
Beberapa Pertanyaan Tak Terjawab
Produksi film ini tetap saja tak lepas dari beberapa eror seperti kekurangan pada scene yang beda, tidak masuk akalnya material kotak berisi burung yang Malorie beserta kedua anaknya bawa, hingga pertanyaan tak terjawab dari tokoh yang menghilang tanpa jawaban. Ke mana mereka pergi dan bagaimana nasib mereka? Itu masih menjadi pertanyaan saya hingga saat ini.
Naskah dan Akting
Membahas bagaimana naskah dari film ini, saya bisa memberikan nilai 4.5/5 untuk Eric Heisserer. Meski tidak terlalu kompleks, detilnya patut diacungi jempol. Belum lagi akting utama Sandra Bullock, Vivien Lyra Blair, dan Julian Edwards sebagai ibu-anak yang membuat faktor ketegangannya tetap terasa. Potongan percakapan mereka yang saya sukai adalah :
Malorie : "Listen to me, we’re going on a trip now, it’s going to be rough. If you hear something in the woods, you tell me. if you hear something in the water, you tell me. But under no circumstances are you allowed to take off your blindfold."
Kedua aktor cilik ini berhasil menarik perhatian saya. Natural dan tentunya memberi kesan thrilling tersendiri.
Ending yang Soft
Film produksi Bluegrass Films ini ditutup dengan akhir yang lebih santai. Menurut saya, cukup bisa menurunkan intensitas ketegangan dari awal hingga pertengahan cerita. Meski saya memiliki ekspektasi lain, Bird Box berhasil membuat saya tidak berhenti menatap layar hingga akhir kredit.
Trivia Seputar Bird Box
Siapa sangka film ini berhasil mempertemukan kembali Sandra Bullock dengan Sarah Paulson setelah sebelumnya mereka beradu akting pada Ocean's 8. Belum lagi beberapa aktor dan aktris American Horror juga mengisi beberapa peran di film ini. Nah, bagi yang beberapa tahun silam mengikuti serial ER, pasti akan mengenal sosok dokter kandungan yang memeriksa Malorie.
Itu dia beberapa ulasan yang saya tulis untuk film Bird Box. Terlepas dari kecintaan saya kepada Sandra Bullock, film ini saya yakini akan amat menarik untuk ditonton di hari libur bersama teman, pasangan, atau keluarga. Bagi kalian yang sudah membaca blog ini, silakan memberikan komentar atau penilaian di kolom komentar. Atau, jika ada film rekomendasi untuk kuulas, let me know, ya. Adios....
Sutradara : Susanne Bier
Penulis Naskah : Eris Heisserer
Rating dariku : 8.5/10
Thrilling Score : 7/10

Comments
Post a Comment